Sabtu, 02 Oktober 2010

diangan-angan

hari itu aku masih menciptakan dunia kebahagiaan yang rencananya akan kita helat di tahun mendatang,
"yang, kita punya anak berapa ya?? banyak aja gak papa, seru kan banyak anak banyak rezeki" saranku pada ayang kika,
"wah jangan mas, jangan ngandalin kuantitas tapi kualitas, jadi sedikit tapi bermutu itu lebih baik dari pada banyak malah berkutu" elaknya.
"ow,,,,gitu ya, baiklah mendingan gitu, lagian yang bakalan nglairin kan sampeyan kan? jadi ya gak papa sesuka sampeyan ajah" aku lega.
"sebaik baik anak itu yang penurut sama bapaknya karena dia juga belajar menjadi perhiasan terindah di dunia ini, maka aku harap ayang bisa membuat bapak ayang jadi bangga, gitu ya?" saran aku.
"ya, kanda, dan sebentar lagi bapak datang loh, sampein keinginan akang ya??/" kata ayang Kika.
"wah siapa ni tampan ini? ada perlu apa kemari?" sapa ayah Kika.
"saya byan, pak. pacar Kika, boleh kah thun depan meminang putri bapak?"jawabku.
"tunggu dulu, adik kerja pa? anak nomor berapa? dan kerja dimana?"
" saya pengangguran sukses pak,. anak nomor 8, dan kerja di mana mana" jawabku tegas.
"tau kayak gini, siapapun gak bakalan ngasih putrinya, apa lagi anak nomor genap ketemu genap gak apik, wes kamu pulang aja dan cari yang lain yang menerima kamu apa adanya" bapak itu mengusirku, namun tidak terusir hati dan cintaku pada Kika, dan keinginan untuk menyatu jiwa dan raga hanya sebatas angan-angan. kasian deh aku.....hkhikhikhik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar